Beranda | Artikel
Khutbah Jumat Singkat: Mencari Ridha Allah
8 jam lalu

Khutbah Jumat Singkat: Mencari Ridho Allah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada 14 Rabiul Akhir 1448 H / 25 September 2026 M.

Khutbah Jumat Pertama: Mencari Ridha Allah

Allah Subhanahu wa Ta mejelaskan bahwa sikap-Nya kepada seorang hamba berbanding lurus dengan sikap hamba tersebut dalam dua perkara. Pertama, bagaimana sikap hamba tersebut kepada sesama manusia. Karena siapa yang gemar membantu orang lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan senantiasa membantunya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa menghilangkan salah satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan salah satu kesusahan hari kiamat darinya.” (HR. Muslim)

Seorang muslim yang senantiasa memperhatikan orang-orang yang lemah dan sedang mengalami kesulitan, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memperhatikan segala kebutuhan hidupnya. Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata bahwa beliau menanggung hidup saudaranya yang tidak bekerja karena fokus menuntut ilmu di majelis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda:

لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ

“Bisa jadi kamu diberi rezeki oleh Allah karena saudaramu itu.” (HR. At-Tirmidzi)

Semua hal tersebut merupakan balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Siapa yang berbuat baik kepada orang lain, Allah akan berbuat baik kepadanya. Sebaliknya, siapa yang berbuat buruk, Allah akan menyikapinya sesuai dengan perbuatannya. Hal tersebut sangat mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat baik kepada sesama manusia, bahkan kepada orang-orang kafir. Seorang muslim tidak diperkenankan untuk menzalimi mereka ataupun mengambil harta mereka tanpa hak, sebab seluruh tindakan harus sesuai dengan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kedua, sikap Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada seorang hamba mengikuti bagaimana sikap hamba tersebut kepada Allah dan agama-Nya. Barang siapa yang menjaga agama Allah, Allah akan menjaganya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. At-Tirmidzi)

Imam Ibnu Rajab menjelaskan makna menjaga Allah, yaitu:

أَيْ احْفَظْ أَوَامِرَهُ وَنَوَاهِيَهُ وَحُدُودَهُ

“Artinya, jagalah perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, dan batasan-batasan-Nya.”

Dengan menjaga hal-hal tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjaga harta, jasad, agama, saat sakaratul maut, alam kubur, hingga menjaga hamba tersebut dari api neraka di akhirat kelak. Oleh karena itu, siapa pun yang ingin dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala hendaklah menjaga agama-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad[47]: 7)

Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membela agama-Nya dengan cara mempelajari serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap manusia kepada Allah tecermin dari sikapnya terhadap agama Allah. Seseorang yang berusaha taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, maka Allah pun akan mendekat kepadanya, sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi:

“Barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadamu sehasta. Barang siapa mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat kepadamu sedepa. Barang siapa datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keinginan terbesar seorang mukmin adalah memperoleh kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, ia berusaha untuk berbuat baik kepada sesama manusia, serta memperhatikan orang-orang yang berada dalam kesulitan dan kelemahan. Demikian pula keinginan seorang mukmin agar agamanya senantiasa dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga ia senantiasa berusaha untuk menjaga agama Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap sendi kehidupannya.

Khutbah Jumat Kedua: Mencari Ridha Allah

Sebaliknya, saat manusia tidak peduli dengan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun tidak akan peduli dengannya. Ketika seseorang tidak mau mempedulikan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, enggan mempelajari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan cenderung senantiasa bermaksiat kepada-Nya, azab Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat ditimpakan kepadanya dan bantuan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak lagi diberikan akibat keengganan menolong agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Banyak kaum yang ditimpakan siksa yang keras dan tidak diberikan pembelaan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala akibat sikap acuh tak acuh terhadap agama Allah Subhanahu wa Ta’ala serta melanggar perintah dan larangan-Nya.

Setiap muslim hendaknya menghindari sikap demikian. Apabila seseorang ingin menjadi hamba yang senantiasa dipedulikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia harus peduli terhadap agama-Nya. Setiap hamba hendaknya berusaha menjalankan segala macam perintah-Nya meskipun terasa berat di dalam hati, serta berusaha meninggalkan seluruh larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala meskipun terasa pahit. Meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mungkin menyia-nyiakan hamba-hamba-Nya yang beriman, bertakwa, dan senantiasa patuh kepada-Nya adalah bentuk keimanan yang sejati.

Download mp3 Khutbah Jumat: Mencari Ridha Allah

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Mencari Ridha Allah” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56578-khutbah-jumat-singkat-mencari-ridha-allah/